Pelatihan Teknik Mencuci Tangan dan Menggunakan Face Shield untuk Mencegah Penularan COVID-19 bagi Aparat Desa Pemecutan Kaja Kota Denpasar

  • 10 Juni 2020
  • Oleh: Pemecutan Kaja
  • Dibaca: 109 Pengunjung
Pelatihan Teknik Mencuci Tangan dan Menggunakan Face Shield untuk Mencegah Penularan COVID-19 bagi Aparat Desa Pemecutan Kaja Kota Denpasar

Pelatihan Teknik Mencuci Tangan dan Menggunakan Face Shield untuk Mencegah Penularan COVID-19 bagi Aparat Desa Pemecutan Kaja Kota Denpasar

 

Dewasa ini dunia dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang telah menyerang lebih dari tiga juta manusia dan menimbulkan kematian lebih dari 230.000 manusia. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada 2 Maret 2020, dan saat ini lebih dari 10.000 orang terdiagnosa COVID-19, dengan kematian lebih dari 800 orang. Jika dilihat dari total penduduk dan angka kesakitan, kejadian COVID-19 di Indonesia bisa dikatakan kecil, sayangnya persentase kematian akibat COVID-19 relatif tinggi, di mana kisaran angka kematian Indonesia sebesar 8% termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara, apalagi jika dibandingkan negara lainnya seperti Singapura yang angka kematiannya 0,1 % dan Malaysia sebesar 1,5%.

Laju dan jangkauan penyeberan COVID-19 di Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi, di mana saat ini seluruh provinsi di Indonesia telah terpapar COVID-19, dan daerah perkotaan dengan penduduk yang padat menjadi tempat penyebaran tertinggi. Provinsi Bali saat ini menduduki peringkat ke 7 dalam jumlah penduduk terinfeksi COVID-19 di Indonesia, dan kota Denpasar sebagai ibukota provinsi Bali menjadi kabupaten/kota tertinggi penderita COVID-19 di provinsi Bali. Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar 15 diantaranya masuk kategori zona merah (memiliki warga yang positif COVID-19), termasuk salah satunya adalah desa Pemecutan Kaja. Penularan COVID-19 yang sangat cepat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah lalu lintas penduduk yang tinggi, di mana penularan dari pendatang yang terinfeksi kepada suatu komunitas, apalagi pada komunitas dengan penduduk yang padat penduduk.

Desa Pemecutan Kaja adalah salah satu desa dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan selain itu desa Pemecutan Kaja juga merupakan daerah dengan arus lalu lintas penduduk yang cukup tinggi terutama di daerah “Kampung Jawa”. Aparat desa adalah petugas yang bertanggung jawab untuk mendata penduduk terutama penduduk pendatang serta mengedukasi masyarakat tentang langkah pencegahan infeksi COVID-19 seperti social distancing, mencuci tangan secara benar, menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak dan membatasi aktifitas di luar rumah, untuk mencegah penularan COVID-19 yang lebih luas. Terkait hal tersebut aparat desa mau tidak mau akan sering berinteraksi dengan masyarakat, di mana hal tersebut akan meningkatkan resiko mereka terinfeksi COVID-19. Tindakan pencegahan yang dapat diberikan seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak saat berinteraksi, mengenakan masker dengan benar, dan pada resiko yang lebih tinggi dapat disertai penggunaan face shiled.

Face shiled adalah alat pelindung wajah dari infeksi COVID-19 yang dapat dibuat dengan bahan sederhana, sepeti plastik mika, sepon/gabus dan karet elastik. Face shiled yang dikombinasikan dengan pemakaian masker secara benar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik karena dapar mencegah droplet mengenai area mata, hidung dan mulut, di mana ke tiga area tersebut adalah tempat masuknya infeksi COVID-19. Sedangkan tehnik mencuci tangan dengan benar merupkan cara pencegahan infeksi yang sangat efektif karena tangan adalah bagian tersering yang mebawa virus COVID-19 ke mulut, hidung dan mata.

Tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melakukan program pengabdian masyarakat di Desa Pemecutan Kaja pada tanggal 3 Juni 2020, acara tersebut dilaksanakan di ruang serba guna Desa Pemecutan Kaja, yang dihadiri oleh Plt. Kepala Desa Pemecutan Kaja bapak Ida Bagus Putu Sudiartha beserta jajarannya. Tim dari FKIK Universitas Warmadewa kemudian menyerahkan bantuan berupa masker medis dan face shield yang diterima secara simbolis oleh Plt. Kepala Desa Pemecutan Kaja bapak Ida Bagus Putu Sudiartha.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi, di mana sebelumnya dilakukan pre-test untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku awal aparat Desa terhadap infeksi COVID-19 dan cara pencegahannya. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dr. Tanjung Subrata, MRepro. dan tim, dilanjutkan dengan praktek menggunakan face shield secara benar, mencuci tangan secara benar dan diakhiri dengan post-test.

Pelatihan Teknik Mencuci Tangan dan Menggunakan Face Shield untuk Mencegah Penularan COVID-19 bagi Aparat Desa Pemecutan Kaja Kota Denpasar

 

Dewasa ini dunia dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang telah menyerang lebih dari tiga juta manusia dan menimbulkan kematian lebih dari 230.000 manusia. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada 2 Maret 2020, dan saat ini lebih dari 10.000 orang terdiagnosa COVID-19, dengan kematian lebih dari 800 orang. Jika dilihat dari total penduduk dan angka kesakitan, kejadian COVID-19 di Indonesia bisa dikatakan kecil, sayangnya persentase kematian akibat COVID-19 relatif tinggi, di mana kisaran angka kematian Indonesia sebesar 8% termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara, apalagi jika dibandingkan negara lainnya seperti Singapura yang angka kematiannya 0,1 % dan Malaysia sebesar 1,5%.

Laju dan jangkauan penyeberan COVID-19 di Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi, di mana saat ini seluruh provinsi di Indonesia telah terpapar COVID-19, dan daerah perkotaan dengan penduduk yang padat menjadi tempat penyebaran tertinggi. Provinsi Bali saat ini menduduki peringkat ke 7 dalam jumlah penduduk terinfeksi COVID-19 di Indonesia, dan kota Denpasar sebagai ibukota provinsi Bali menjadi kabupaten/kota tertinggi penderita COVID-19 di provinsi Bali. Dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar 15 diantaranya masuk kategori zona merah (memiliki warga yang positif COVID-19), termasuk salah satunya adalah desa Pemecutan Kaja. Penularan COVID-19 yang sangat cepat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah lalu lintas penduduk yang tinggi, di mana penularan dari pendatang yang terinfeksi kepada suatu komunitas, apalagi pada komunitas dengan penduduk yang padat penduduk.

Desa Pemecutan Kaja adalah salah satu desa dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan selain itu desa Pemecutan Kaja juga merupakan daerah dengan arus lalu lintas penduduk yang cukup tinggi terutama di daerah “Kampung Jawa”. Aparat desa adalah petugas yang bertanggung jawab untuk mendata penduduk terutama penduduk pendatang serta mengedukasi masyarakat tentang langkah pencegahan infeksi COVID-19 seperti social distancing, mencuci tangan secara benar, menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak dan membatasi aktifitas di luar rumah, untuk mencegah penularan COVID-19 yang lebih luas. Terkait hal tersebut aparat desa mau tidak mau akan sering berinteraksi dengan masyarakat, di mana hal tersebut akan meningkatkan resiko mereka terinfeksi COVID-19. Tindakan pencegahan yang dapat diberikan seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak saat berinteraksi, mengenakan masker dengan benar, dan pada resiko yang lebih tinggi dapat disertai penggunaan face shiled.

Face shiled adalah alat pelindung wajah dari infeksi COVID-19 yang dapat dibuat dengan bahan sederhana, sepeti plastik mika, sepon/gabus dan karet elastik. Face shiled yang dikombinasikan dengan pemakaian masker secara benar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik karena dapar mencegah droplet mengenai area mata, hidung dan mulut, di mana ke tiga area tersebut adalah tempat masuknya infeksi COVID-19. Sedangkan tehnik mencuci tangan dengan benar merupkan cara pencegahan infeksi yang sangat efektif karena tangan adalah bagian tersering yang mebawa virus COVID-19 ke mulut, hidung dan mata.

Tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melakukan program pengabdian masyarakat di Desa Pemecutan Kaja pada tanggal 3 Juni 2020, acara tersebut dilaksanakan di ruang serba guna Desa Pemecutan Kaja, yang dihadiri oleh Plt. Kepala Desa Pemecutan Kaja bapak Ida Bagus Putu Sudiartha beserta jajarannya. Tim dari FKIK Universitas Warmadewa kemudian menyerahkan bantuan berupa masker medis dan face shield yang diterima secara simbolis oleh Plt. Kepala Desa Pemecutan Kaja bapak Ida Bagus Putu Sudiartha.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi, di mana sebelumnya dilakukan pre-test untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku awal aparat Desa terhadap infeksi COVID-19 dan cara pencegahannya. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dr. Tanjung Subrata, MRepro. dan tim, dilanjutkan dengan praktek menggunakan face shield secara benar, mencuci tangan secara benar dan diakhiri dengan post-test.


  • 10 Juni 2020
  • Oleh: Pemecutan Kaja
  • Dibaca: 109 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Anak Agung Ngurah Arwatha

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Desa Pemecutan Kaja?